Senin, 30 April 2012

Nutrisi Wajib yang Harus Diketahui Ibu Hamil

1. Diet melangsingkan badan tidak disarankan selama kehamilan
Bahkan andaikata ibu hamil memiliki berat badan melebihi standar normal, dokter tidak menyarankan wanita hamil untuk menurunkan berat badan. Menurut pedoman Institute of Medicine (IOM) tahun 1990, wanita gemuk tetap harus mendapatkan kenaikan berat badan 6 sampai 10 kg selama proses kehamilan. Berdiet untuk menurunkan berat badan dapat membahayakan ibu dan janin karena kekurangan nutrisi penting selama kehamilan. Beraktivitas fisik lebih disarankan untuk menjaga berat badan selama kehamilan dibandingkan dengan mengurangi asupan nutrisi.

2. Kecukupan asam folat mencegah spina bifida
Kecukupan asupan asam folat sangat penting sebelum dan selama sembilan bulan kehamilan. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kelainan janin berupa penutupan tidak sempurna tabung saraf pusat (spina bifida).

3. Kebutuhan energi hanya meningkat sedikit di masa kehamilan.
Kebutuhan energi harian di masa kehamilan hanya sedikit lebih tinggi dari normal. Secara rata-rata, kebutuhan energi seorang wanita meningkat dari bulan keempat kehamilan sebesar 250-300 kalori per hari. Itu setara dengan setengah piring nasi atau semangkuk bubur. Yang lebih penting bukan kuantitas, tapi kualitas, yaitu memastikan bahwa Anda mendapatkan diet seimbang yang kaya mineral dan vitamin.

4. Yodium diperlukan oleh janin untuk hormon tiroid dan perkembangan otaknya.
Yodium adalah komponen hormon tiroid yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pembelahan sel. Kekurangan yodium pada tahap awal pengembangan fisik, yaitu pada masa embrio dan awal kehidupan dapat menyebabkan kekurangan hormon tiroid yang berdampak keterbelakangan fisik dan mental berat. Wanita hamil harus mendapat asupan sekitar 0,23 miligram yodium per hari selama kehamilan.

5. Magnesium menurunkan risiko kram, keguguran dan melahirkan prematur.
Banyak dokter meresepkan magnesium pada wanita hamil. Kekurangan magnesium dapat mengakibatkan kram betis dan perut, keguguran dan melahirkan prematur. Jumlah yang direkomendasikan untuk wanita hamil adalah 310 miligram magnesium per hari.

6. Masakan yang tidak dimasak atau setengah matang berbahaya bagi ibu hamil.
Mengonsumsi susu segar, daging setengah matang atau ikan yang tidak dimasak ala masakan Jepang tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Makanan seperti itu berpotensi mengandung bakteri patogen seperti toksoplasma gondii dan listeria, yang dapat mengakibatkan komplikasi bagi ibu dan anak. Wanita hamil harus mengupas kulit buah dan sayuran sebagai tindakan pencegahan. Menggoreng, mengukus, membakar dan memanggang secara umum cukup baik untuk menghancurkan patogen berbahaya dalam makanan. Buah dan sayuran harus dicuci dengan seksama sebelum dimakan.

7. Vitamin A tidak boleh dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil.
Dalam jumlah yang sangat besar, vitamin A dapat menimbulkan cacat dan keracunan liver bayi dalam kandungan. Wanita hamil tidak boleh mengambil suplemen vitamin A dalam bentuk tablet tanpa petunjuk dokter dan mengurangi konsumsi hati karena hati mengandung banyak vitamin A. Jumlah maksimum asupan vitamin A bagi ibu hamil adalah 10.000 IU.

8. Zat besi mencegah anemia pada ibu hamil.
Selama kehamilan, sangat penting untuk memastikan bahwa Anda memperoleh asupan harian zat besi yang direkomendasikan karena bayi Anda akan mengambil dari cadangan besi Anda. Kurangnya asupan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang dapat membahayakan diri Anda dan bayi Anda.

Asupan harian zat besi yang direkomendasikan untuk wanita dewasa adalah 18 mg per hari. Selama kehamilan, jumlahnya meningkat menjadi 27 mg per hari karena peningkatan volume darah ibu (sekitar 50% lebih dari masa sebelum hamil). Selain itu, bayi Anda membutuhkan zat besi untuk pertumbuhannya.

9. Satu liter susu mencukupi kebutuhan kalsium ibu hamil.
Selama kehamilan, perpindahan kalsium dari ibu ke bayi mencapai 270 mg. Agar ibu hamil tidak “tekor” kalsium sehingga membahayakan kesehatan tulangnya, dia perlu mendapat asupan sekitar 1 gram kalsium per hari. Satu liter susu mengandung sekitar 1,2 gram kalsium, cukup untuk memenuhi kebutuhan harian ibu hamil.

10. Kafein dalam kopi dapat membahayakan kehamilan
Kafein dalam kopi meningkatkan risiko keguguran atau melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Ibu hamil sebaiknya membatasi minum kopi tidak lebih dari dua cangkir sehari, atau menggantinya dengan kopi rendah kafein.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar