Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 April 2012

Kenapa Wanita Hamil Butuh Lebih Banyak Zat Besi?

Diperkirakan sekitar 50 juta-70 juta orang Indonesia menderita kekurangan darah atau anemia. Dari jumlah itu sebanyak 50,9% penderita anemia itu adalah wanita hamil.

Hal itu diungkapkan dr Indra Marki SpPD, koordinator acara simposium mini yang bertema Anemia dan Wanita yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), di Jakarta belum lama ini.

Pada simposium yang diselenggarakan Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), dr Coshpiadi Irawan SpPD, K-HOM menjelaskan berdasarkan definisi WHO bahwa anemia adalah suatu keadaan sesorang dengan Hb (hemoglobin) kurang dari normal.

“Hemoglobin adalah bagian dari elemen tubuh manusia yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jadi anemia tidak sama dengan penyakit tekanan darah rendah,” jelas Cosphiadi.

Wanita Rentan Anemia

Sementara itu dr Junita Indarti SpOG menjelaskan bahwa kebutuhan zat besi (Fe) untuk perempuan 1 mg per hari dan perempuan hamil 6-10 mg per hari. Tetapi dia menambahkan bahwa kaum perempuan sangat rentan mengalami kurang darah atau anemia.

“Penyebabnya perempuan mengalami mentruasi, hamil, dan persalinan. Selain itu, perempuan juga menderita penyakit alat kandungan seperti kanker leher rahim, kanker endometrium (selaput lendir rahim), dan kanker indung telur,” katanya.

Menurut Junita, anemia pada perempuan dapat memberi pengaruh tidak baik terutama saat kehamilan, persalinan, dan nifas, serta setelahnya. Anemia pada perempuan juga bisa berakibat keguguran, kelahiran prematur, persalinan lama karena rahim tidak berkontraksi.

“Selain itu, anemia pada perempuan dapat menyebabkan pendarahan pascamelahirkan, syok, infeksi saat persalinan atau setelahnya. Bila Hbnya kurang dari 4 gram per desiliter bisa membuat gagal jantung,” katanya.
Read more ...

Nutrisi Wajib yang Harus Diketahui Ibu Hamil

1. Diet melangsingkan badan tidak disarankan selama kehamilan
Bahkan andaikata ibu hamil memiliki berat badan melebihi standar normal, dokter tidak menyarankan wanita hamil untuk menurunkan berat badan. Menurut pedoman Institute of Medicine (IOM) tahun 1990, wanita gemuk tetap harus mendapatkan kenaikan berat badan 6 sampai 10 kg selama proses kehamilan. Berdiet untuk menurunkan berat badan dapat membahayakan ibu dan janin karena kekurangan nutrisi penting selama kehamilan. Beraktivitas fisik lebih disarankan untuk menjaga berat badan selama kehamilan dibandingkan dengan mengurangi asupan nutrisi.

2. Kecukupan asam folat mencegah spina bifida
Kecukupan asupan asam folat sangat penting sebelum dan selama sembilan bulan kehamilan. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kelainan janin berupa penutupan tidak sempurna tabung saraf pusat (spina bifida).

3. Kebutuhan energi hanya meningkat sedikit di masa kehamilan.
Kebutuhan energi harian di masa kehamilan hanya sedikit lebih tinggi dari normal. Secara rata-rata, kebutuhan energi seorang wanita meningkat dari bulan keempat kehamilan sebesar 250-300 kalori per hari. Itu setara dengan setengah piring nasi atau semangkuk bubur. Yang lebih penting bukan kuantitas, tapi kualitas, yaitu memastikan bahwa Anda mendapatkan diet seimbang yang kaya mineral dan vitamin.

4. Yodium diperlukan oleh janin untuk hormon tiroid dan perkembangan otaknya.
Yodium adalah komponen hormon tiroid yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pembelahan sel. Kekurangan yodium pada tahap awal pengembangan fisik, yaitu pada masa embrio dan awal kehidupan dapat menyebabkan kekurangan hormon tiroid yang berdampak keterbelakangan fisik dan mental berat. Wanita hamil harus mendapat asupan sekitar 0,23 miligram yodium per hari selama kehamilan.

5. Magnesium menurunkan risiko kram, keguguran dan melahirkan prematur.
Banyak dokter meresepkan magnesium pada wanita hamil. Kekurangan magnesium dapat mengakibatkan kram betis dan perut, keguguran dan melahirkan prematur. Jumlah yang direkomendasikan untuk wanita hamil adalah 310 miligram magnesium per hari.

6. Masakan yang tidak dimasak atau setengah matang berbahaya bagi ibu hamil.
Mengonsumsi susu segar, daging setengah matang atau ikan yang tidak dimasak ala masakan Jepang tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Makanan seperti itu berpotensi mengandung bakteri patogen seperti toksoplasma gondii dan listeria, yang dapat mengakibatkan komplikasi bagi ibu dan anak. Wanita hamil harus mengupas kulit buah dan sayuran sebagai tindakan pencegahan. Menggoreng, mengukus, membakar dan memanggang secara umum cukup baik untuk menghancurkan patogen berbahaya dalam makanan. Buah dan sayuran harus dicuci dengan seksama sebelum dimakan.

7. Vitamin A tidak boleh dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil.
Dalam jumlah yang sangat besar, vitamin A dapat menimbulkan cacat dan keracunan liver bayi dalam kandungan. Wanita hamil tidak boleh mengambil suplemen vitamin A dalam bentuk tablet tanpa petunjuk dokter dan mengurangi konsumsi hati karena hati mengandung banyak vitamin A. Jumlah maksimum asupan vitamin A bagi ibu hamil adalah 10.000 IU.

8. Zat besi mencegah anemia pada ibu hamil.
Selama kehamilan, sangat penting untuk memastikan bahwa Anda memperoleh asupan harian zat besi yang direkomendasikan karena bayi Anda akan mengambil dari cadangan besi Anda. Kurangnya asupan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang dapat membahayakan diri Anda dan bayi Anda.

Asupan harian zat besi yang direkomendasikan untuk wanita dewasa adalah 18 mg per hari. Selama kehamilan, jumlahnya meningkat menjadi 27 mg per hari karena peningkatan volume darah ibu (sekitar 50% lebih dari masa sebelum hamil). Selain itu, bayi Anda membutuhkan zat besi untuk pertumbuhannya.

9. Satu liter susu mencukupi kebutuhan kalsium ibu hamil.
Selama kehamilan, perpindahan kalsium dari ibu ke bayi mencapai 270 mg. Agar ibu hamil tidak “tekor” kalsium sehingga membahayakan kesehatan tulangnya, dia perlu mendapat asupan sekitar 1 gram kalsium per hari. Satu liter susu mengandung sekitar 1,2 gram kalsium, cukup untuk memenuhi kebutuhan harian ibu hamil.

10. Kafein dalam kopi dapat membahayakan kehamilan
Kafein dalam kopi meningkatkan risiko keguguran atau melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Ibu hamil sebaiknya membatasi minum kopi tidak lebih dari dua cangkir sehari, atau menggantinya dengan kopi rendah kafein.
Read more ...